Flickr

Keluarga besar di Durentaluh



 
di Sanggah Wayah, banjar Durentaluh

 
saat odalan di sanggah wayah banjar durentaluh
Tersebutlah sekelompok masyarakat yang berdomisili di banjar dinas Durentaluh Desa Belimbing Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Bali, mereka merupakan sebuah keluarga besar dalam masyarakat Hindu Bali lumrah dengan sebutan satu panti (merajan tunggal). Keluarga yang satu ini merupakan warga mayoritas di banjar dinas Durentaluh, mungkin karena itulah salah satu sebab yang menjadi pemangku di Pura Puseh lan Desa banjar Durentaluh adalah dari keluarga yang satu ini  yakni Jero Mangku Oktarina  (sebagai mangku gede). Sesuai ceritra dari para pendahulu keluarga ini dahulunya berasal dari Desa Bengkel Buleleng, atas jasanya kepada keluarga pasek di Belimbing diberikan sebidang tanah tempat tinggal di selatan Desa Belimbing (di Penganggan) tepatnya di sebelah timur  banjar Durentaluh sekarang di timurnya sungai/tukad Yeh Nyem dan di timurnya  Pangkung Wani. Keluarga ini dahulunya sempat bermayoritas di Penganggan hidup damai dalam kurun waktu yang lama.
 
saat odalan di sanggah wayah banjar Durentaluh
 
Jero Mangku Oktarina, pemangku Sanggah Wayah dan Pura Puseh lan Desa Banjar Durentaluh
Sesuai dengan hukum alam perubahan yan kekal, entah tahun berapa dan entah sebab apa keluarga yang mendapat hadiah tanah tempat tinggal itu pindah domisili ke sebelah barat ( banjar dinas Durentaluh sekarang). Mereka hidup layak damai juga berkembang di Durentaluh sampai pada suatu ketika saat hari baik mereka mampu mewujudkan/mendirikan sebuah merajan kumpulan (panti) yang hari piodalannya setiap Tumpek Landep, sekali odalan alit sekali odalan gede (ageng). Selain merajan panti yang terletak di pinggir jalan raya Antosari-Pupuan, keluarga ini juga punya satu merajan keluarga lagi yang dinamakan sanggah wayah (tua), mungkin sanggah wayah ini lebih dahulu didirikan ketimbang merajan pantinya, makanya disebut sanggah wayah. Tempat sanggah wayah ini adalah di pusat desa banjar dinas Durentaluh (di banjar tengah). Banjar Durentaluh itu dibagi ; banjar tanggu kadia, banjar tengah, banjar tanggu kelod, banjar dauh pangkung dan pondok bubuh.

odalan di sanggah wayah banjar Durentaluh

 
odalan di sanggah wayah banjar Durentaluh
Dahulu pada suatu masa, keluarga yang satu ini terkenal dengan sebutan keluarga petang dasa (40) karena jumlah KKnya baru mencapai jumlah empat puluh, dan seiring waktu semuanya berkembang di tahun 2017 sudah tercatat dengan jumlah KK enam puluh. Pas di tahun 2017 saat piodalan di sanggah wayah (Sukra Kelawu 4 Agustus 2017) bertambah lagi tiga kepala keluarga baru hingga hitungan pengayah di keluarga ini mencapai enam puluh. Penambahan anggauta baru (pengayah) itu dinamakan ngalih ayah. Tercatat yang termasuk pengayah baru itu : Pan Nonik, Pan Dirga (Adhie Listiana) dan komangnya Pak Rani. 

0 Response to "Keluarga besar di Durentaluh "

Post a Comment

Baca juga yang ini