Flickr

Diungkapkan dengan kalimat singkat “astungkara”





Kita semua yang ada di dunia ini tiada terkecuali siapapun dia, amat mendambakan yang namanyanya kedamaian. Kedamaian itu sejatinya adalah sebuah wujud rasa (perasaan tenang neng hati), rasa damai itu akan ada jika kita semua senantiasa dalam keadaan selamat yang mana keselamatan itu jati-jati atas karunia serta kehendakNya yang di limpahkan kepada para umatNya yang sebelumnya memohon berkahNya lewat aneka untaian do’a, baik do’a yang panjang atau do’a nan singkat serta dilandasi rasa tulus, rasa sujud dan sejenisnya.


Tuhan itu maha segala, maha pemurah, maha pengampun, dan kesekian ungkapan yang lain yang semuanya mengagungkan Beliau atas  segala yang terjadi serta ada di alam fana ini. Maha pemberi juga Beliau, dalam mendapatkan anugrahNya kita semua punya cara masing-masing yang diyakini, diungkapkan lewat aneka bahasa misalnya permohonan kepadaNya yang dilakukan oleh para orang-orang suci jelas beda dengan yang lakukan oleh kita-kita kebanyakan. Yang jamak terjadi terlakoni di tanah Bali oleh warga pribuminya yang notabene adalah penganut Hindu, hampir keseluruhan permohonannya kepada Tuhan memakai kalimat singkat “astungkara”.  Tidak menampik dan juga munafik dari keseluruhan para pemeluk Hindu (baca Hindu Bali), tahu persis apa sejatinya makna, arti dari kata astungkara itu. Sesuai dengan ilmu yang di bagikan di medsos Fb oleh beberapa cendekiawan Hindu mengatakan bahwa ; Astungkara berasal dari kata ”Astu” dan ”Ongkara”. Astu artinya ”mudah-mudahan selamat”, dan ”Ongkara” adalah huruf suci atau aksara suci Ida Sanghyang Widhi Wasa, yang di dalam aksara Bali dilukiskan dengan ”angka telu” atau ”angka tiga” (”Ong”). Jadi bila kedua kata ini digabung, menjadilah ”Atungkara”, yang mempunyai makna ; ”mudah-mudahan selamat atau semoga ada dalam keadaan selamat atas karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa”. Misalnya ; ...”Astungkara, karya puniki memargi antar” ... ”Astungkara, prasidha ngamolihang amertha”, dan sebagainya.

~ semoga bermanfaat ~

0 Response to "Diungkapkan dengan kalimat singkat “astungkara”"

Post a Comment

Baca juga yang ini