Friday, March 4, 2016

Solusi ASI (air susu ibu) bagi para ibu pekerja



ASI adalah makanan terbaik, berikanlah yang terbaik untuk si anak kesayangan.


Kiranya kembali tepat ungkapan makan untuk hidup di saat kita membicarakan ASI untuk si buah hati. Untuk bisa hidup dan senantiasa sehat jasmani tentunya kita butuh makan, makanan yang menyehatkan tentunya. Untuk memenuhi kebutuhan makanan berikut lauknya tentu para ortu mesti bekerja. Dalam bekerja, kita semua tahu di era  nan modern ini tidak ada lagi dikotomi laki perempuan, terlepas dari perjuangan tokoh wanita bangsa Si Raden Ajeng Kartini tentang eman sipasi tentunya demi terpernuhi sandang pangan (untuk hidup) para wanitapun ambil bagian untuk bekerja.

Para wanita turut serta membantu pemenuhan keuangan rumah tangga, maka tidaklah heran muncul sebutan “ para ibu pekerja” khususnya di kalangan pasutri muda. Ada si buah hati, yang tengah masa menetek/ menyusu ( sebelum berumur 6 bulan), para ibu pekerja janganlah sampai terlalu bingung demi berkelanjutan dan rutinnya si bayi mendapatkan air susu ibunya walau si Ibu tengah bekerja. Di awal tahun 2016 Badan Rumah Sakit Umum Tabanan menerbitkan beberapa judul brosur kesehatan, salah satunya tentang  pemberian Asi bagi ibu-ibu pekerja. Dalam brosur di terangkan tentang cara memerah Asi yang benar, dan cara menyimpan Asi yang baik, usai Asi terperah.

Saat-saat memerah Asi dengan tangan, hendaknya dihindari :  1. Menekan/memencet payudara karena payudara bisa terluka. 2. Menarik-narik putting, karena dapat merusak lapisan lemak pada areola/bagian kecoklatan pada payudara. 3. Menekan dan mendorong payudara, menyebabkan kulit payudara memar dan memerah.

Menyimpan Asi yang telah terperah juga ada tipsnya.
1.      Segera, usai memerah tutuplah wadahnya demi kebersihan, tempatkan pada tempat penyimpanan  (almari/ almari pendingin)
2.      Simpan dalam jumlah yang sama (seukuran) dengan yang bisa dihabiskan bayi dalam sekali menetek
3.      Kalau menyimpannya dalam ruangan biasa, Asi perah bertahan hingga 6 jam
4.      Kalau menyimpannya dalam kulkas asi perah dapat tahan hingga 48 jam, kalau menyimpannya di freezer bertahan hingga 2 minggu.
5.      Asi perah dalam freezer tentulah membeku. Agar dapat di konsumsikan kepada bayi hendaknya lewati langkah : cairkan Asi beku dalam lemari pendingin selama 8 hingga 10 jam. Rendam Asi yang telah dicairkan berikut wadahnya ( wadah berisi asi cair di rendam/celupkan ke air). Setelah kira-kiranya suhulnya normal/tidak dingin lagi segeralah berikan ke bayi sebelum 24 jam.
6.      Asi perah, teorinya agar diberikan dengan sendok tidak pakai dot, karena meminumkan dengan botol/dot akan membuat bayi tidak mau menetek.






No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini