Flickr

Kemegahan diantara kerancuan nama




Borobudur itu……  [ beduur (bhs.Bali)  berarti diatas  ]
Seandainya diambil dari perbendaharaan khasanah bahasa bangsa, yakni bahasa daerah Bali budur itu persis dengan kata beduur artinya diatas (Borobudur berarti asrama/vihara diatas bukit (pada suatu ketinggian)

Candi Borobudur

Berbahagialah orang- orang yang mengakui Indonesia sebagai bangsanya, karena Indonesia itu merupakan suatu  bangsa yang berbudaya tinggi disegani oleh semua bangsa seantero bumi, riil saja. Tiada  terpungkiri ketinggian peradaban suatu bangsa tiada terlepas dari keimanan bangsa bersa
ngkutan kepadaNya. Banyak bukti yang kita wariskan  peninggalan nenek moyang bangsa hampir semuanya menggambarkan/ mengisyaratkan  bahwa pendahulu bangsa kita adalah orang-orang beriman teguh atau taqwa akan Tuhan ( nenek moyang kita/ bangsa Indonesia  bukanlah orang-orang atheis )

Candi Borobudur
candi Borobudur

Riil dan tidak terbantah, bangsa Indonesia mewarisi karya- karya maha besar yang hingga NKRI memasuki zaman batu akik usia bangunan megalitikum itu/ candi Borobudur tidak dapat ditentukan secara pasti. Sumber-sumber tertulis yang kongkrit pasti belum bisa ditemukan bilamana/kapan Candi Borobudur itu di bangun. Ada info yang menerangkan bahwa di bagian kaki candi ditemukan  tulisan singkat berbahasa sansekerta memakai hurup kawi, setelah membandingkan huruf huruf tersebut dengan prasasti prasasti bertarikh yang ada, maka para sarjana dan arkeolog berpendapat  bahwa Candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi.Merupakan peninggalan dinasti yang mengusai tanah Jawa saat itu, dinasti Syailendra penganut nan taat Budha Mahayana.

Candi Borobudur
Candi Borobudur
saya (wayan suyasa) merasa bersyukur akan karuniaNya, pada tgl.26  Desember 2017 sempat juga ke pelataran Candi Borobudur kebanggaan bangsa kita bersama keluarga besar SMP Negeri 2 Pupuan, datang dari Parahyangan Agung Jagat Kartha di Gunung Salak....... suksma Hyang Widhi.

Untuk diketahui, sebagian besar bangunan- bangunan kuno yang di bangun saat permulaan tarikh masehi hingga akhir abad ke 15 lumrahnya disebut candi. Borobudur misalnya, merupakan bangunan kebanggaan orang sedunia, bangunan zaman batu besar dengan SDM yang berbudaya tinggi, merupakan candi terbesar di Indonesia tidak memiliki bilik/ruangan di dalamnya, dapatlah dikatakan tidak dapat berfungsi sepenuhnya selayaknya sebuah candi/tempat pemujaan. Tak heran diantara pendapat ada, ada yang menganggap candi Borobudur sebagai bangunan ziarah. Disamping kenyataan itu, tentang nama Borobudur sejatinya masih belum  medapatkan kesefahaman diantara para  cendekiawan. Pada kenyataannya, banyak candi diberi nama sama dengan nama desa dimana candi itu berada, namun ada juga nama desa diberi nama sesuai candinya. Saat itu tahun 1814, sumber tertulis mengatakan bahwa di desa Bumi Segoro telah ditemukan suatu penemuan purbakala bernama Borobudur, dengan demikian kiranya dapatlah dikatakan bahwa nama Borobudur adalah nama asli dari bangunan candinya. Waktu terus menapak, hingga ke 1365 Masehi  Mpu Prapanca dalam kitabnya Negara Kertagama, menyebutkan kata/nama budur untuk sebuah bangunan agama Budha, sangatlah mungkin yang dimaksudkan oleh Sang Mpu adalah candi Borobudur. Di lain pihak ada pendapat, boro berarti agung, dan budur disamakan dengan budha ( Borobudur = Sang Budha Yang Agung ). Yang lainnya, yang dianggap masuk akal adalah keterangan cendekiawan besar bangsa yakni Bapak Poerbatjaraka  (alm), beliau berpendapat : boro itu adalah biara jadilah Borobudur itu Biara Budur. Ditunjang bukti kongkrit, tahun 1952 di barat laut candi ditemukan setelah penggalian, fondasi batu bata dan genta perunggu berukuran besar, maka lebih kuat perkiraan merupakan sisa-sisa sebuah biara. Borobudur itu adalah salah satu keajaiban dunia, terungkapkan dalam banyak buku, diantaranya ada yang menjelaskan  bahwa Borobudur itu gabungan kata bara dan budur ( bara/Vihara (bhs sansekerta)  = komplek candi dan bihara = asrama ), dan mungkin jika diartikan sesuai  bahasa Bali Budur dalam bahasa Bali ada kata beduur berarti diatas.  Bisalah diartikan, Borobudur berarti “asrama/vihara/kelompok candi yang terletak diatas tanah/bukit.

Disamping itu Borobudur memang unik, karenanya membutuhkan suatu kesempatan yang sedemikian baiknya, untuk membuktikan bahwasanya Candi Borobudur itu menyerupai sebuah pengukur waktu yang dinamai jam, dengan asumsi ;. Candi Borobudur memiliki 72 buah stupa berbentuk lonceng terbalik. Stupa terbesar berada di lantai teratas. Arsitek Borobudur memakai stupa-stupa itu sebagai titik tanda jam. Jarum jam-nya berupa bayangan sinar matahari  yang disebabkan stupa terbesar. Ya, bayangan stupa terbesar selalu jatuh dengan tepat di stupa lantai bawah.


Nb : Candi Borobudur di Desa Borobudur, kecamatan Borobudur, kabupaten  Magelang, Jateng.

Sumber bacaan : BUKU SEJARAH CANDI BOROBUDUR  [ Pt. Taman Wisata Candi ]

0 Response to "Kemegahan diantara kerancuan nama"

Post a Comment

Baca juga yang ini