Tuesday, March 8, 2016

Hindu Punya, Gita berarti aneka lagu suci



Gayatri mantram

Hindu itu merupakan salah satu agama yang meyakini tentang keberadaanNya, walau tiada terpungkiri Hindu merupakan agama pertama yang diturunkanNya ke bumi, jadi agama tertua. Hingga usia jagat raya ini banyak yang mengatakan sudah tua, orang Bali mengatakan “ gumi sube wayah”  para penganut agama Hindu tergolong kecil bila bibandingkan dengan penganut agama agama lain yang belakangan diturunkanNya. Contoh riil di NKRI yang besar hanya satu pulau kecil yang didominasi oleh penganut Hindu nan taat, sebut saja tempat itu Bali, ya Pulau Bali ( Majapahit yang terakhir).


dharma gita/nyanyian dharma, Hindu punya

Walau terbilang dengan jumlah kecil (minoritas penghuni jagat)/ namun nyata mendunia, di kalangan penganut Hindu tetap eksis mempertahankan keyakinannya dengan berbagai cara yang damai/santhi. Dengan adanya kedamaian/shanti maka jagat akan langgeng. Demi mewujudkan rasa damai tentulah yang namanya hati mesti terlebih dahulu sejuk, kesejukan hati lumrahnya dengan suatu aneka senandung semisal nyanyian.  Hindu memliki sejenis nyanyian, yang di senandungkan di setiap prosesi keagamaannya ( saat : Dewa Yadnya, Bhuta Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, kala upacara Rsi Yadnya). Semua nyanyian itu dalam kalangan Hindu terkatagori nyanyian Sekar Madya. Sekar Madya bagian dari Dharma Gita  yang syairnya berbentuk lagu-lagu suci keagamaan yang terikat oleh aturan-aturan tertentu  ( memakai wirama). Semua syair dharma gita terikat dengan wrtta (banyaknya suku kata dalam setiap baris), matra (letak guru lagu), dan lingsa (labuh suara pada baris terakhir). Tidak hanya itu, semua syair dharma gita mengandung ajaran agama, sarat dengan petuah-petuah juga pujian kehadapanNya,  karena kitab suci Weda sumbernya. Dharma Gita dalam  Hindu diantaranya memiliki tujuan : Memasyatkatkan ajaran agama lewat seni suara, untuk memberikan sentuhan rasa kesucian juga kekhusukan dalam pelaksanaan upacara yadnya.

dharma gita/nyanyian dharma, Hindu punya


Kidung/kekidungan di pulau Bali acap juga disebut Anyapta Windu dikarenakan yang lumrah terdiri dari tujuh wanda suara panjang, atau pendek. Semua jenis yadnya di kalangan Hindu memiliki jenis kidung/nyanyian suci yang berbeda, misalnya di saat-saat upacara ;
1.      Dewa Yadnya (kidung untuk mengiringi upacara Dewa Yadnya), contoh : kidung Wargasari
2.      Kidung Butha Yadnya ( untuk mengiringi upacara Bhuta Yadnya), contoh : kidung Jerum, dan alis-alis ijo.
3.      Manusa Yadnya ( untuk mengiringi upacara manusa yadnya), contoh : kidung Tantri, kidung Malat, atau kidung Wilet
4.      Pitra Yadnya ( untuk mengiringi upacara pitra yadnya/kematian), contoh : kidung asti, kidung aji kembang
5.      Rsi Yadnya ( untuk mengiringi upacara rsi yadnya), contoh : kidung rarawangi, kidung palung angsa.-
Demikianlah para penganut Hindu itu senantiasa menginginkan jagat ini shanti hingga akhir zaman. Dari umat Hindu  " salam welas asih"   Om shanti, shanti, shanti om.

Nb : Dharma Gita identik dengan "nyanyian dharma"

Edisi : bulan mati sasih kesanga saka 1937.

No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini