Yang terkatagori budaya itu, sejatinya lumayan banyak dia
atas bumi ini: ada segudang jenis kesenian, pola hidup, aneka hasil karya
pertukangan serta yang lainnya. Tanah Bali juga banyak menyimpan yang namanya
kebudayaan, misalnya yang terkatagori kesenian ada yang namanya wayang kulit.
Wayang kulit di Bali memang sang dalangnya sama dengan wayang kulit neng Jawi berada di
belakang layar/ kelir (bhs.Bali), namun bedanya jika di tanah Bali para penonton setia wayang kulit,
menyaksikan pementasan wayang dari
belakang layar/kelir ( posisi penonton
saling berhadapan dengan sang dalang ).
Pementasan wayang kulit agar terbilang sukses, tidak terlepas
dari peranan sang dalang yang nyata-nyata sebagai aktor utama, butuh
pengetahuan umum yang luas serta teruptudate. Seorang dalang wajib hukumnya,
mesti mampu menguasai sebagian besar seni budaya yang terkandung dalam seni
pewayangan. Belakangan ini di era yang serba global ini yang namanya generasi
muda yang berminat pedalangan amatlah minim. Entah karena, sebagai seorang
dalang itu banyak syaratnya diantaranya mesti sabar juga berpengetahuan luas,
yang jelas juga mesti cerdas. Jika dalam saat yang lumayan lama, dari tahun ke
tahun yang berminat sebagai dalang kian sedikit, maka tiada urung bisa hilang
salah satu yang namanya kebudayaan, khususnya kebudayaan tanah Bali.
Ada yang bertekad besar, agar yang namanya kesenian wayang kulit
di tanah Bali tidak punah lenyap, ISI Denpasar
terus berupaya mencari bibit-bibit dalang, karena minimnya para generasi
muda Bali yang berminat pedalangan. Jumlah mahasiswa seni pedalangan dari tahun
ke tahun senantiasa di bawah 15 orang, paling banter rata-rata 8 orang. Rektor
ISI Denpasar telah berusaha maksimal, untuk mencari generasi muda yang ingin
menjadi dalang. Para dosenpun di beri
tugas, tiap tahun mencari dan mendata kuturunan dalang di seluruh Bali. Bila
ada, amat diharapkan agar mau bersekolah di ISI Denpasar, dan “gratis”. Juga di
ISI Denpasar ada program pemerintah bidik misi, gratis selama kuliah juga
diberikan biaya hidup tiap bulan Rp. 1 juta. ( info sesuai majalah bali post edisin 50 hal.49
n).
No comments:
Post a Comment