Sunday, September 30, 2012

Macam-macam Idiologi di Dunia

Idiologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata idiologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Idiologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Idiologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme). (sumber >> http://id.wikipedia.org)


Selain idiologi Pancasila di dunia ada beberapa idiologi, namun yang terkenal dan banyak digunakan oleh negara-negara yang ada adalah idiologi  Liberalisme, dan sosialisme. Diantara beberapa idiologi itu adalah ;

1.      Anarkisme > adalah pandangan / gagasan yang melihat masyarakat bisa dan sudah seharusnya diubah tanpa aturan-aturan. Para anarkis percaya bahwa ketiadaan aturan tidak akan menyebabkan kekacauan seperti dikatakan orang, melainkan justru menambah keteraturan masyarakat. Para anarkis melihat bahwa negara merupakan sumber ketidakteraturan. Oleh karena itu para anarkis menuntut penghapusan negara dan berbagai bentuk hirarki dan otoritas. Sebagai gantinya para anarkis percaya bahwa begitu negara dan berbagai otoritas dihapus, masyarakat yang bebas itu akan membentuk kerja sama diantara mereka secara sukarela tanpa paksaan, apalagi kekerasan 

2.      Liberalisme > adalah suatu pandangan yang menyatakan bahwa keberadaan individu mendahului masyarakat, karena itu negara / masyarakat harus menjamin bahwa para individu bebas mengejar tujuan-tujuan pribadinya. Liberalisme menghendaki bahwa tujuan pemerintahan adalah untuk melindungi kebebasan individu. Hal ini sesuai dengan asal kata liberalisme itu sendiri, yakni dari kata libral yang berarti bebas. Lalu muncul istilah liberalisme ekonomi, suatu faham yang mengatakan bahwa faham yang menghendaki campur tangan pemerintah yang terbatas dalam perekonomian berjalan dengan baik. Dalam prakteknya kaum liberalis ekonomi menghendaki pasar bebas dan perdagangan bebas, serta menuntuk penghapusan batasan terhadap keduanya.

3.      Sosialisme > faham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi seperti tanah, tenaga kerja dan modal. Kelahiran sosialisme erat kaitannya dengan berkembang pesatnya industri di Eropa pada abad ke 18. Pada era itu para pemilik modal berkembang  dimana-mana , demikian juga industri. Dalam kenyataan kemajuan industri tidak diimbangi kesejahtraan kaum buruh/pekerja idustri. Sedangkan pemlik industri/modal yang segelintir berhela-hela diatas penderitaan kaum buruh.

4.      Kapitalisme > adalah suatu sistim yang mengatur proses produksi barang dan jasa. Kapitalisme memiliki 3 ciri pokok : Sebagian besar kekayaan dimiliki oleh individu, Barang dan jasa diperdagangkan di pasar bebas yang penuh persaingan, Modal/uang maupun kekayaan lainnya diinvestasikan ke dalam berbagai usaha untuk mendapatkan laba/keuntungan

5.      Fasisme > sistim pemerintahan yang bercirikan kediktatoran satu partai yang kaku (hanya ada 1 partai yang berkuasa dan mengatur segala aspek kehidupan masyarakat), penghapusan oposisi, kontrol pemerintah yang terpusat, nasionalisme ekstrim rasisme. 

6.      Komunisme > didasarkan pada menifesto comunist. Pada awalnya sosialisme dan komunisme memiliki arti yang sama, namun akhirnya komunisme lebih terpakai untuk aliran sosialis yang lebih radikal. Kaum komunis modern mengklaim dirinya sebagai akhli waris marxisme.  Uni Soviet Lenin menjadi tokoh sentral partai komunis yang dipimpinnya guna menggulingkan penguasa Soviet yang sebelumnya.  

No comments:

Post a Comment