Saturday, August 11, 2012

Menentukan bahwa anda kreatif


Apakah anda termasuk orang kreatif? Pak Gusti dengan potensi daerahnya berupa tempat wisata, mengembangkan kerajinan bambu bagi wisatawan. Wayan Candra dengan kemampuannya mengajar dan potensi daerah yang membutuhkan tenaga pengajar les tambahan, berusaha mengembangkan usaha bimbingan belajar. Pak Gusti dan Wayan Candra dapat disebut sebagai orang kreatif.  Ada suatu sumber informasi mengatakan bahwa seseorang dapat dikatakan kreatif jika memiliki tujuh ketentuan :
1.      Orang kreatif itu pandai, pandai dalam hal apa? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki penemuan-penemuan yang telah dipatenkan ternyata bukanlah orang-orang yang memiliki skor tinggi dalam test kecerdasan. Jika penemuan itu benar, maka wajar jika kita menyimpulkan belum tentu orang pandai itu kreatif, dan sebaliknya. Jadi jika anda jarang mendapatkan nilai delapan keatas untuk mata pelajaran sains, jangan buru-buru merasa putus asa dan merasa tidak kreatif. Demikian juga jika anda sering berhasil menjadi juara kelas, jangan langsung merasa diri sebagai orang yang kreatif. Namun yang jelas orang yang kreatif itu tidak bodoh, dalam arti  “benaknya tidak kosong dari informasi dan pengalaman”. Mereka yang banyak membaca lebih memungkinkan menjadi kreatif daripada mereka yang enggan membaca. Mereka yang kaya pengalaman jelas lebih mungkin menjadi kreatif daripada mereka yang kurang pergaulan dan punya hobi bersembunyi di dalam kamar.
2.      Manusia kreatif itu orisinal. Idenya, tindakannya, dan cara berpikirnya tidak selalu sama dengan orang lain. Tetapi tidak berarti orang yang selalu berbeda dari orang lain itu kreatif. Mungkin orang semacam ini hanya tampil beda saja dari orang lain. Jika anda memakai sesuatu hanya agar menarik perhatian, itu bukan kreatif. Sifat semacam itu hendaknya anda tinggalkan. Anda harus tahu bahwa sifat kreatif itu harus menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Sebab itu, orang kreatif selalu berfikir luas dan merdeka, serta bebas bertindak, kreatif, berfikirpun harus terbatas atau sengaja dibatasi oleh ketakutannya sendiri. Wajar jika orang kreatif itu lebih sering gelisah. Benaknya tidak pernah kosong dari pertanyaan. Jiwanya tidak pernah tentram, sebab hidup tentram berarti hidup yang berhenti dari proses kreatif. Jarang ada manusia kreatif yang tidak gelisah hidupnya, (walaupun manusia gelisah belum tentu identik dengan manusia kreatif)
3.      Bebas bertindak. Bebas bertindak, tidak berarti bertindak seenaknya. Jika seseorang tetap melajukan kendaraannya padahal lampu sedang menyala merah, orang itu bukan kreatif tetapi tolol. Jika seseorang gemar melanggar peraturan, orang ini bukan kreatif, tetapi mungkin hanya bodoh, rendah diri, dan kurang percaya diri (orang yang lemah pribadinya tidak jarang berbuat aneh-aneh untuk menutupi kelemahannya itu). Orang yang kreatif tidak tolol, karena itu kebebasan bertindaknya dia lakukan dengan cara hati-hati dan penuh perhitungan. Jika seseorang yang berbakat kreatif tetapi belum mengerti bagaimana bertindak taktis, ada kemungkinan tindakannya itu akan merusak (baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain)
4.      Orang kretaif bersifat terbuka terhadap berbagai pengalaman. Mereka menyukai ketidak jelasan. Mereka memiliki kemampuan untuk tetap senang dan nyaman dalam mengarungi kawasan pengalaman yang masih diliputi gegelapan dan misteri. Semua itu seolah menantang dirinya untuk masuk kedalamnya, memecahkan rahasia yang tersimpan. Ibarat perahu yang tidak mau ditambatkan, orang kreatif selalu gelisah untuk mencari dan terus mencari. Seperti halnya perahu yang di tengah lautan, resiko mendapat hantaman ombak dan tenggelam jelas lebih besar daripada yang dihadapi oleh perahu yang cuma berlayar di sepanjang pantai. Sejarah menunjukkan bahwa, peradaban manusia hampir seluruhnya diciptakan oleh orang-orang yang berani mengambil resiko. Bila semua orang yang ada di dunia ini bersifat penakut dan lebih suka cari selamat sendiri, maka sejarah tidak seperti sekarang jadinya. Benua Amerika dan Australia tidak pernah ditemukan, Indonesia tidak akan merdeka, manusia barang kali masih tetap hidup di zaman batu hingga hari ini.
5.      Orang kreatif memiliki intuisi (semacam perasaan) yang kuat, atau lebih tepat persepsi intuitif yang kuat. Orang yang tidak kreatif hanya memliki apa yang disebut sebagai persepsi inderawi. Orang-orang yang tidak kreatif ini hanya mampu menyerap apa yang dia bisa lihat atau alami seketika itu. Melihat seorang gelandangan lapar, orang yang tidak reatif barang kali akan merasa iba. Tetapi pengalaman itu hanya berhenti sampai disitu. Sebaliknya orang kreatif tidak hanya iba, tapi mungkin pikirannya akan melesat jauh kedepan dan ke segala penjuru hingga ke masalah ketimpangan sosial, sampai ke hutang luar negeri, sampai ke pendidikan, sampai ke kriminalitas, hingga sampai ke dunia yang paling abstrak seperti filsafat dan agama.
6.      Orang kreatif amat suka dengan dunia teori (teori apapun termasuk ekonomi, sosial, agama, politik, dll) serta nilai-nilai estetika (keindahan). Ini kecendrungannya yang wajar, sebab orang kreatif tidak pernah berhenti dan puas dengan keberadaan sebuah wujud yang kasat mata. Mereka selalu membuat abstraksi. Benak mereka tidak pernah berhenti memikirkan konsep-konsep dan menciptakan simbol-simbol. Dalam memecahkan sebuah masalah, orang yang tidak kreatif akan puas bila masalahnya terpecahkan, namun orang kreatif tidak hanya menuntut agar masalahnya terpecahkan, namun pemecahan itu mesti indah, elegan, dan memiliki nilai estetis.
7.      Ciri terakhir orang yang kreatif adalah mereka memiliki kepercayaan hidup yang kuat. Orang kreatif dengan kata lain memiliki apa yang disebut sebagai “internal locus of control”, yang dimaksud disini adalah orang kreatif itu memiliki ego yang kuat (orang yang egois itu bukan berego kuat, tetapi hanya berego besar saja, begitupun orang yang suka ngotot itu belum tentu berego kuat tetapi mungkin hanya keras kepala saja). Orang berego kuat ini jika mengalami kegagalan tidak pernah mencari kambing hitam. Jika bermain sepak bola dan kalah, dia tidak pernah mengatakan “habis bagaimana, bola memang bulat” tetapi jika mendapat kesuksesan juga amat yakin bahwa itu adalah hasil kerja kerasnya. Dalam bahasa filsafat  orang semacam ini dianggap telah menemukan dirinya. Jika memeluk sebuah agama, dia tidak pernah ragu-ragu mengatakan bahwa agamanyalah yang terbaik dan benar. Tetapi kalau menjadi ateis, maka ketidakpercayaannya terhadap Tuhan itu juga kukuh. Karena itu orang kreatif ini teguh pendirian dan yakin betul dengan jalan hidup yang diambilnya. Sikapnya jelas dan tidak pernah plinplan, tindak tanduknya mantap. Jika menekuni sebuah profesi, maka seolah-olah profesi itu amat dicintainya. Jika punya cita-cita maka akan dia kejar cita-cita itu sampai dia capai.
Demikian sifat-sifat pokok orang kreatif, namun mayoritas orang adalah pengambil jalan tengah. Ekstrimis selalu  menjadi minoritas. Karena itu orang yang kreatif total itu tidak ada, orang yang sama sekali tidak kreatif juga tidak ada. Kebanyakan orang terletak di tengah-tengah, ada yang lebih dekat dan lebih kental dengan sifat kreatifnya, dan ada pula yang lebih dekat dengan sifat tidak kreatif.-

No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini