Flickr

Pewarna alami




Mejikuhibiniu, demikinlah para siswa menghapal warna terindah di dunia yang di miliki oleh pelangi. Pelangi pelangi alangkah indahmu, pelangi ciptaan Tuhan, warna warni itu memang indah dipandang mengundang selera, misalnya selera makan pada makanan yang berwarna menarik. Namun pada makanan itu, tidak semua yang indah menarik karena tidak tertutup kemungkinan suatu makanan di warnai dengan zat pewarna yang bukan diperuntukkan untuk makanan, riil banyak terjadi pewarna tekstil sebagai campuran/pewarna makanan tentunya amat berbahaya.


Walau diantara kita hapal betul dengan rupanya warna itu tetapi sejujurnya diantara kita tidak banyak yang tahu persis tentang asal warna itu dan aneka efek dari bahan pewarna tersebut. Sebelumnya kita mesti tahu pewarna itu ada yang alami berbahan alam berasal dari lingkungan sekitar kita utamanya dari aneka tumbuhan, contoh ; daun pacar kuku, daun suji/kayu sugih (bhs Bali), getah manggis, getah aneka umbi, getah pelepah pisang, getah kunyit, strawberi, dan daun jati.Ada juga yang memakai arang sebagai pewarna sesuai peruntukannya, bahan alami ini sudah jelas tidak merusak kulit maupun lingkungan, karena tidak ada yang namanya zat kimia di dalamnya. Berikutnya ada juga pewarna buatan tentunya yang namanya zat kimia berbahaya terkandung olehnya, maka kesehatan kita sebagai jaminannya, riil acap mengkonsumsi makanan yang memakai pewarna buatan maka efeknya pada anak-anak, sang anak akan menjadi hiperaktif dalam jangka panjang kekebalan tubuhpun menurun.  Pewarna buatan banyak dipakai karena aneka jenis warna dapat dibuat (kaya warna), tidak seperti halnya pewarna alami jenis warnanya terbatas. Perlu juga diketahui tidaklah semua tekstil memakai pewarna buatan, contoh batik tulis, tenun, songket  memakai pewarna alami.


Khususnya di tanah Bali, warga pribuminya saat-saat ada yang namanya acara mesuka-duka, tentu menyajikan aneka penganan/jajan kepada para kerabat/petulung (bhs.Bali). Jajan yang selalu hadir diantaranya ada Jajan/kue lapis  (jaje lapis), bermotif berlapis-lapis aneka warna, maka nampak indah menarik serta uuuuenak kenyaaal. Kue lapis orang pribumi tanah Bali itu memakai zat pewarna alami dari tumbuhan, misalnya ;  getah kunyit menghasilkan warna kuning, getah umbi-umbian menghasilkan warna hitam, getah manggis dan daun jati menghasilkan warna merah, getah pelepah pisang dan kulit pohon mahoni  menghasilkan warna coklat, daun suji/don kayu sugih menghasilkan warna hijau/gadang (bhs.Bali), Bunga teleng menghasilkan warna biru tua, bunga kayu waru menghasilan warna ungu

0 Response to "Pewarna alami"

Post a Comment

Baca juga yang ini