Flickr

Ritual Ratu Kokokan




Seandainya diibaratkan laut, Bali itu adalah lautan berlian. Ya, berlian yang bernilai ekonomi tinggi setinggi nilai budaya, kebudayaan orang-orang berbudaya. Memang demikianlah adanya Pulau Bali itu gudangnya kebudayaan yang berpohonkan kearifan lokal  sejenis tri hita karana yang identik nian dengan Agama Hindu ( baca Hindu asli Bali). Tiada terbantah, memang hanya umat Hindu yang paling buanyak menggelar aneka prosesi keagamaan yang lazim disebut ritual.

koloni burung kokokan/bangau inilah yang di usahakan lestari di Desa Petulu Gunung, Gianyar

Bukan sesuatu rahasia, jika salah satu jenis ritual secara rutin diadakan/digelar tentu memakai uger-uger (perhitungan waktu yang jelas dan tepat, misalnya pawukon). Misalnya saja Hari Raya Kuningan dengan aneka perayaannya, di Desa Adat Petulu Gunung, Ubud, Gianyar di gelar suatu ritual yang dinamai ritual “ Ratu Kokokan”. Ritual keagamaan yang satu ini memang belum terwarisi dari sejak moyang dulu, ritual ini terselenggara rutin setelah tahun 1965. Ritual Ratu Kokokan merupakan suatu ungkapan rasa syukur umat Hindu di Desa Adat Petulu Gunung, Ubud, Gianyar atas kemakmuran desa yang dirasakan sejak kehadiran burung kokokan. Tiada bedanya dengan ritual-ritual keagamaan Hindu Bali yang Lain, dalam prosesi tersebut warga desa menghaturkan sesajen di hadapan sthana Ratu Kokokan bertempat di Pura Desa Pakraman Petulu. Pada puncak prosesi, krama desa/warga menggelar persembahyangan bersama, dan pada akhirnya tirta/ air suci yang diyakini anugrah/paica Ratu Kokokan dipercikkan kepada seluruh krama desa/warga. Disaat yang tepat itulah warga krama Desa Adat Petulu, memohon kepadaNya agar keberadaan koloni burung kokokan selalu dalam lindungan Tuhan ( Yang Maha Kuasa ). Yang patut di banggakan oleh orang-orang sejagat, lewat kearifan lokalnya orang Bali bisa berbuat untuk mereka seantero jagat, terbukti : dari langkah ritual yang satu ini bentuk rasa syukur warga Hindu Bali di Desa Adat Petulu Gunung dilanjutkan dengan membangun hutan hutan baru memanfaatkan lahan desa, demi lestarinya burung-burung kokokan.


Nb  : burung kokokan = burung bangau

Sumber bacaan : majalah Bali post  no. 128.

0 Response to "Ritual Ratu Kokokan"

Post a Comment

Baca juga yang ini