Saturday, July 27, 2013

Belajar ke “ Tabanan “



Suksesnya desa pakraman di Bali khususnya di kabupaten Tabanan dalam memanfaatkan sumber daya manusia yang ada dalam sistim pengamanan lingkungan dengan tetap mengedepankan sistim pemerintahan desa berbasis budaya dan kearifan local, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Pemnkab Selaman melakukan kunjungan kerja ke Tabanan  yang dipmpin oleh  Asisten I Setda Kabupaten Sleman Sunaryo, para Kabag. Pemerintahan Desa, serta sekretaris desa sekabupaten Sleman, jumlah sejumlah SKPD terkait.

Tujuan kunjungan kerja dari aparat pemerintahan kabupaten Sleman ke Tabanan, guna mengetahui serta mempelajari lebih dalam tentang kebijakan  dan pelaksanaan pembangunan di kabupaten Tabanan. Yang mendapat perhatian adalah tentang penyelenggaraan pemerintahan desa  yang berbasis budaya dan kearifan local dimana dalam sistim pengamanannya memanfaatkan SDM  yang ada yang disebut “pecalang”. Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten di wilayah DIY Yogyakarta yang memiliki 86 desa. Sleman juga menjadi pusat pendidikan  di Yogyakarta, dengan jumlah perguruan tinggi negeri (PTN) sebanyak 7 buah dengan 150 ribu maha siswa. Diterangkan tentang kabupaten Tabanan, ada 10 kecamatan, 133 desa, 814 banjar dinas, 346 desa adat dan 931 banjar adat dengan letak geografis Nyegara Gunung. Konsep inilah yang menjadi filosofis dalam setiap gerakan kehidupan masyarakat Tabanan.  Terkait dengan sistim pemerintahan desa berbasis budaya dan kearifan local, dijelaskan bahwa selama ini posisi pemkab Tabanan  hanya sebagai fasilitator dan katalisator, karena jika membicarakan tentang kearifan local di Bali, tidak akan dapat terlepas dari peran dan fungsi desa adat yang saat ini dikenal dengan nama “desa pekraman”. Desa pekraman di Bali menjalan 3 fungsi : parahyangan, pawongan, dan palemahan. Lewat 3 fungsi inilah desa pekraman kemudian mewujud menjadi entitas social yang amat vital dalam memainkan perannya sebagai penjaga keamanan yang berbasiskan budaya dan kearifan lokal…

Sumber  : Majalah Tabanan Serasi, edisi 21 Mei 2013.

No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini