Saturday, April 13, 2013

Mereka itu “bertujuh” (Hindu)



Lumrah orang tahu bahwa kitab suci agama Hindu itu bernama “Weda”, namun jarang yang tahu bahwa yang namanya kitab suci Weda itu sebelum dapat dipelajari dan di ajarkan kepada umat tidaklah merupakan satu kesatuan. Kitab suci Weda merupakan kumpulan banyak wahyu (pawisik), yang diwahyukan Tuhan lewat beberapa orang perantara yakni para orang suci.



Para orang suci penerima wahyu (pawisik) dalam Weda adalah sebanyak tujuh orang makanya mereka itu sebut “Sapta Rsi”, mereka semua adalah orang-orang suci golongan Wipra. Disamping sebagai penerima wahyu, para Sapta Rsi itu juga sebagai sastrawan (pujangga), mereka adalah ;
1.      Maha Rsi Grtsamada, Maha Rsi yang dibubungkan dengan turunnya ayat-ayat weda (Reg Weda Mandala II)
2.      Maha Rsi Wiswamitra, Maha Rsi penerima wahyu bagian Reg Weda Mndala III.
3.      Maha Rsi Wamadewa, dihubungkan dengan turunnya ayat-ayat Reg weda mandala IV.
4.      Maha Rsi Atri, dihubungkan dengan turunnya ayat-ayat weda mandala V.
5.      Maha Rsi Bharadwaja, Maha Rsi yang menerima ayat-ayat Reg Weda mandala VI.
6.      Maha Rsi Wasista,  Maha Rsi  yang menerima ayat-ayat Reg Weda mandala VII.
7.      Maha Rsi Kanwa, ialah Maha Rsi penerima wahyu ayat-ayat Reg Weda Mandala VIII.

Disamping ketujuh Maha Rsi diatas, ada juga orang suci yang amat berjasa terutama dalam mengkodifikasi Weda yakni Maha Rsi Wyasa. Beliau adalah putra Dewi Setyawati dengan Bhagawan Parasara, terlahir di tengah-tengah pulau Kresna Dwipa. Bhagawan Wyasa adalah orang suci lahir bhatin, yang luhur jiwanya dan ahli dalam weda dari sejak kecil, beliau lahir pada zaman waisasta (kurang lebih abad 20 SM), juga memiliki kekuatan pandangan gaib yang disebut “dibya caksu” > dapat mengetahui keadaan yang telah lewat/lalu (atita), masa kini (warthamana), dan yang akan datang (anaghata).

No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini