Sunday, April 14, 2013

Efek nyata Ujian Nasional 20 paket soal



Ibarat menambah pekerjaan yang telah ruwet akhirnya tahu sendiri akibatnya. Jajaran dunia pendidikan yang terlalu membuat ruwet keadaan, apa yang sesungguhnya hendak di kejar, prestasi yang natural?,prestasi yang murni ? atau ketidak percayaan yang memuncak akan hasil kerja yang tiada pernah lelah dari sang pahlawan tanpa tanda jasa ? Nyata efeknya dibidang teknis penyelenggaraan, namun tiada pasti di bidang kualitas apa lagi mutu.


Denpasar - Pelaksanaan ujian nasional jenjang pendidikan SMA/MA, SMK, dan Pendidikan Kesetaraan Paket C di Provinsi Bali dipastikan diundur karena mengalami kendala teknis di percetakan yang menangani penggandaan naskah soal.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Gede Sujaya, di Denpasar, Sabtu malam menyampaikan UN yang seharusnya dimulai Senin (15/4) terpaksa diundur, direncanakan menjadi Rabu (17/4).
"Dengan pengunduran ini, maka mata pelajaran UN SMA/MA, SMK dan Pendidikan Kesetaraan Paket C yang seharusnya diujikan pada hari pertama atau Senin (15/4) diundur menjadi Jumat (19/4). Mata pelajaran yang seharusnya diujikan pada hari kedua atau Selasa (16/4) digeser menjadi Senin (22/4)," katanya.
Sedangkan mata pelajaran UN yang diujikan pada hari ketiga atau Rabu (17/4) akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yakni pada hari dan jam yang sama. Hal serupa juga berlaku pada mata pelajaran UN yang dijadwalkan dilaksanakan pada hari keempat atau Kamis (18/4) akan tetap dilaksanakan pada hari yang sama.
Menurut dia, naskah soal UN SMA/MA, SMK dan Pendidikan Kesetaraan Paket C seharusnya sudah tiba di Bali, Jumat (12/4). Namun hingga Sabtu malam, baru sebagian soal UN SMK yang sampai di Pulau Dewata. Sedangkan soal UN SMA/SMK dan Pendidikan Kesetaraan Paket C sama sekali belum didistribusikan oleh pihak percetakan.
Terjadi keterlambatan karena Ghalia Indonesia Printing, Bogor, Jawa Barat, selaku rekanan yang memenangkan tender pencetakan soal UN SMA/MA, SMK dan Paket C untuk Provinsi Bali tidak mampu menyelesaikan pencetakan soal tepat waktu. Otomatis pendistribusian naskah soal UN juga terlambat.
Terkait keterlambatan pendistribusian soal UN itu, Sujaya mengaku sudah menghubungi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar Notodiputro lewat telepon seluler.
"Dari hasil koordinasi antara Balitbang Kemendikbud dengan BSNP itu, diputuskan untuk pemundurkan pelaksanaan UN. Pihak Kemendikbud juga akan mengirimkan surat edaran resmi melalui faksimile," ujarnya.
Sujaya mengaku tidak tahu pasti permasalahan apa yang dihadapi pihak percetakan sehingga tidak bisa menyelesaikan soal UN itu tepat waktu.


Sumber  >  http://www.beritasatu.com



 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
Fadli Zon: Penundaan UN Bukti Pemerintah tak Serius Tangani Pendidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan penundaan jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 pada jenjang SMA di 11 provinsi. Kemendikbud menyatakan bahwa penundaan ini disebabkan persoalan teknis percetakan dalam memproduksi soal.

"Kegagalan UN digelar serentak, bentuk ketakseriusan Kemendikbud dalam menyelenggarakan UN. Harusnya bisa diantisipasi, dan ada upaya menghindari penundaan. Sebab, ini menimbulkan efek buruk bagi para siswa, utamanya pada kondisi mental mereka.

Mestinya, ada faktor-faktor lain yang bisa dinilai sebagai indikator kelulusan, tak hanya UN. Kalau sekarang, siswa memandang UN sebagai ujian yang menyeramkan. Tak sedikit siswa mengalami stress.

Tertundanya penyelenggaraan UN ini mencerminkan tata kelola negara yang buruk dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Pendidikan itu sangat besar pengaruhnya terhadap pembangunan. Ketika pendidikan dikelola tak serius, maka kualitas pendidikan kita sulit maju.

Peristiwa ini harus segera ditelusuri. Agar tak terulang lagi. Jangan sampai, sektor pendidikan kita dikelola secara tak profesional dan tanpa rencana matang.

Partai Gerindra mengucapkan selamat menempuh Ujian Nasional kepada para siswa SMA. Semoga lancar dan lulus."

(Fadli Zon, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra)
 
Sumber  >  sebuah status FB, akun   Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini