Flickr

Tutur pinih ayu




Semua penganut Hindu itu tahu bahwasanya ; Ang adalah aksara suci untuk Dewa Brahma, Ung,  adalah aksara suci untuk Dewa Wisnu, serta  Mang adalah aksara suci untuk Dewa Siwa. Kalau ketiga aksara suci ini disatukan/digabung, maka menjadilah ”AUM” atau ”OM”, yang di dalam aksara Bali dilukiskan dengan angka tiga  atau ”Ongkara”. Ongkara adalah aksara suci Ida Sanghyang Widhi Wasa, atau Tuhan Siwa [kemanunggalan tiga aksara /huruf suci : Ang, Ung, Mang. Terkadang ada yang  bertanya ; Apakah Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) itu juga disebut Tuhan ? Jawabannya adalah Ya. Murti itu artinya bentuk / wujud. Tiga bentuk ini adalah perwujudan Tuhan Siwa, manakala memulai sebuah proses penciptaan, tetapi sesungguhnya beliau tunggal / Esa. Tentulah sebagai manusia dengan  keterbatasan fikiran juga  indria, kita teramat sulit memikirkan hal ini, makanya  beliau juga disebut Sanghyang Acintya / Yang tidak terpikirkan. A =Tidak, dan Cintya =Terpikirkan. Jadi demikianlah saat proses penciptaan alam semesta ini dimulai, Siwa berwujud atau mamurti sebagai Narayana/sebutan lain untuk Wisnu yang diyakini tidur dalam lautan nan maha luas, lalu dari pusarnya, terlahir Brahma . Lebih lanjut oleh Siwa ada yang disebut dengan Sanghyang Pranawajanyana merupakan kemanunggalan Atman dengan Sang Roh Yang Maha Agung saat kita kita ini dipanggil olehNya. Atman tiada lain adalah Brahman/Tuhan yang menjadi sumber hidup di Bhuana Alit/badan mahluk hidup. Sebagai sumber hidup di Bhuana Alit, Ia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Brahman, dimana Brahman merupakan jiwa agung alam semesta.  Brahman Atman itu sama adanya. Sedangkan roh adalah : lapisan badan halus yang membungkus jasmani manusia. Ia sudah ternoda oleh karma karena diikat oleh nafsu indria; ibarat  matahari yang tertutup oleh kabut; demikianlah keberadaan roh, dibelenggu oleh obyek~obyek indrianya. Ada atman dalam badan wadag seseorang berarti juga ada Brahman disana atau Siwa juga demikian. Setelah tiba saatnya nanti, kita dipanggilNya itu artinya Sanghyang Siwa juga terpanggil olehNya, saat itulah ada yang menamakan sebagai saat saat kelepasan Sanghyang Siwa.

saat di raga manusia, Sanghyang Siwa bertahta di mata berwarna kuning emas sebagai jiwa penglihatan

Ketahuilah jua bahwa saat Sanghyang Siwa berada dalam raga kita, Beliau berada pada mata /indria penglihatan berwarna kuning tiada ubahnya emas yang tercuci, jelasnya beliau sebagai jiwa penglihatan. Diujung hidung dan ujung lidah tinggal Sanghyang Pramana berwarna biru jelasnya sebagai jiwa pengucapan. Dipangkal jantung kita bersemayam Sanghyang Jenyana mengambil warna putih bersih, makanyan sebagai jiwa ingatan. Sejatinya tidaklah pernah dirahasiakan, ada tanda tanda bila tiba saatnya kematian akan menemani kita, saat itulah sedapat mungkin dengan segala cara juga konsentrasi satukanlah Sanghyang Siwa dengan Sanghyang Pramana serta dengan Sanghyang Jenyana, itu sebagai jalan Sanghyang Siwa. Saat kematian tiba, jangan sampai kepergian Sang Roh tidak dirasakan. Janganlah Sang Roh diberi jalan keluar lewat jalan Sembilan lubang pada badan kita. Di bagian atas aada tujuh ; mata, telinga, hidung, dan mulut, dibagian bawah ada dua ; kemaluan, serta dubur/anus. Kesembelian jalan itu semua terkatagori nista, dan kalau Sang Roh meninggalkan badan kasar lewat ubun ubun (siwadwara) disebut jalan menengah/sedang/madya.  Sedangkan yang paling diharapkan agar Sang Roh meninggalkan badan kasar  lewat ujung suara/sabda meninggalkan sang diri melalui celah celah pikiran, artinya pada denyutan jantung  { sulit memang }. Saat Sang Roh meninggalkan badan kasar kita, janganlah memikirkan badan kita lagi, jangan ingat anak istri, jangan ingat kadang warga, dan juga jangan  ingat semua kemewahan dunia. Pusatkanlah Sanghyang Siwa, Sanghyang Pramana, dan Sanghyang Jenyana dalam satu arah ikutilah jalan ujung suara yakni celah celah pikiuran itu. Inilah yang dimaksud dengan kebebasan Sang Roh yang mempribadi menuju ke Sanghyang Roh Yang Maha Agung, karena itulah yang merupakan jalannya Sang Bujangga dan Siwa.  Astungkara.-

1 Response to "Tutur pinih ayu"

  1. aslamu alaikum wr wb..
    bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
    dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
    sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
    dan mencapai kesuksesapossiblen yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
    namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
    hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
    akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
    saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
    demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
    ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
    dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
    dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan K.H. Tambring Abdullah hidupnya kembali sukses,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
    dan melihat langsung hasilnya, `
    saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com semua petunjuk K.H. Tambring Abdullah saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
    alhamdulilah demi allah dan anak saya,
    akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
    semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
    kini saya kembali sukses terimaksih K.H. Tambring Abdullah saya tidak akan melupakan jasa aki.
    jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
    saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com atau KLIK DISINI

    ReplyDelete

Baca juga yang ini