Wednesday, April 26, 2017

Rabies itu penyebabnya virus




Kita semua tahu, ada ratusan bahkan ribuan jenis peyakit di  dunia ini yang memiliki berbagai tife dan ciri-ciri jika manusia atau binatang terjangkit suatu penyakit. Diantara kesekian penyakit itu, sebelum di rasakan sakitnya oleh manusia banyak pada awalnya berupa serangan dari beberapa jenis virus, diantaranya ada virus yang berasal dari genus lyssavirus yang dalam bahasa Yunani berarti mengamuk/kemarahan. Virus dimaksuksud penyebab penyakit rabies, yang berasal dari bahasa latin  “rabere” yang berarti marah. Virus ini terkenal rentan menyerang sistim saraf pusat aneka hewan berdarah panas juga manusia.  Yang namanya kita—kita ini sampai tertular virus  penyebab rabies adalah lewat gigitan hewan hewan perantaranya diantaranya anjing ( 98%). Tidak hanya anjing yang menjadi jembatan tularnya, namun ada juga kucing (2%) , serta kera (2%). Amat penting untuk kita ketahui, bahwasanya semua hewan berdarah panas rentan terhadap rabies itu artinya semuanya dapat sebagai perantara penularan rabies ke manusia.


Di seluruh wilayah bumi pernah  ada yang namanya penyakit rabies itu, khususnya di Indonesia penyakit rabies itu pertama kali ditemukan pada tahun 1884 di Jawa Barat pada seekor kerbau. Dan di tahun dua ribuan, yang namanya penyakit rabies pernah menggetarkan jala keamanan Bali, dan saat itu Pemerintahkan Daerah Tingkat Satu Bali mengklaim telah mengeluarkan dana yang tidak tanggung tanggung demi menghilangkan/ meminimalisir amukan virus virus menyebab rabies itu.  Semua penyakit  wajib  kita waspadai, tidak hanya penyakit sejenis aids tapi rabies juga. Sebagian besar dari kita semua, kurang memiliki pengetahuan  tentang pencegahan rabies  yang diantaranya menyangkut  tentang deteksi serta penanganan kasus gigitan aneka binatang perantara rabies.  Jika yang namanya penyakit rabies sampai tertular kepada manusia, akan memiliki gejala ;  1. Penderita akan merasa demam, lemah, mual, serta tenggorokan terasa sakit dalam beberapa hari  (fase prodromal). 2. Penderita akan mulai merasakan nyeri, panas, kesemutan, cemas juga kian peka dengan ransangan sensorik /rasa takut akan sinar yang terang,takut air, peka dengan suara keras (fase Sensoris)  3. Penderita mulai mengeluarkan air liur dan air mata yang berlebihan  juga pupil mata membesar , semua gejala ini terus berlangsung hingga penderita meninggal  (fase eksistasi). Serta fase berikutnya berupa kelumpuhan pada penderita ( sebagian besar penderita meninggal sebelum mengalami kelumpuhan).

Sumber bacaan  : majalah bali post 179.


No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini