Flickr

Ketahuilah, rentang masing-masing 35 hari




Agama itu merupakan suatu keyakinan, untuk menyadari serta mengakui bahwa para manusia serta seisi jagat yang lainnya ada yang menciptakan, lebih lanjut pula nyata kentara dengan menganut/memeluk salah satu agama yang di wahyukanNya maka para manusia dapat mengungkapkan rasa syukurnya atas semua rahmahNya. Rasa syukur itulah yang lumrahnya terkandung rasa sujud, rasa bakti, yang kesemuanya berupa pengejawantahan pengakuan para manusia atas keberadaanNya. Khususnya para penganut Hindu, dalam menunjukkan rasa baktinya akanNya latahnya disebut yadnya atau korban suci. Ada saat-saat yang dianggap tepat untuk melakukan aneka jenis yadnya oleh para jajaran penganut Hindu, adapun hari yang dianggap tepat itu adalah saat-saat hari pesucian Hyang Widhi dengan segala manisfestasiNya. Umat Hindu sedemikian yakinnya, bahwasanya yadnya (korban suci) itu sebagai penghormatan dan pengorbanan suci oleh manusia kepada Sang Pencipta atas cinta kasih yang tiada terbatas yang dilimpahkan kepada umatNya. Itulah sebabnya para penganut Hindu mesti astiti bakti dengan mengadakan aneka yadnya kehadapan Hyang Widhi di setiap harinya dan di hari-hari tertentu yang dianggap suci (rerainan).



Hindu itu bukanlah ribet walau nyata penghitungan hari-hari suci keagamaannya berpedoman lebih dari satu sistim waktu ( ada sistim sasih dan sistim pawukon), riil dalam kesehariannya semua sitim itu sama-sama berjalan dan hari-hari sucinya memang berbeda. Khususnya pada postingan ini di utarakan secara singkat penghitungan hari suci (Hari Raya) Hindu sesuai pawukon. Semua hari raya keagamaan Hindu yang di hitung berdasarkan pawukon formulanya baku, setiap jenis hari raya tibanya rutin setiap 210 hari sekali ( umur satu tahun pawukon 210 hari). Dengan perhitungan 30 kali 7, merupakan  30 wuku ( dari wuku Sinta hingga wuku Watugunung),  dan 1 wuku ada 7 hari (sapta wara)) Adapun hari rerainan yang lumrah diperhitungkan berdasarkan pawukon misalnya : Selasa Kliwon (Anggarakasih), Buda Kliwon, Buda Cemeng (Budawage), Kamis/Respati Kliwon (sarasidi), Sabtu Kliwon (Tumpek). Ketahuilah, karena tidak semua penganut Hindu teliti (perhatian), setiap Hari suci Hindu yang sejenis untuk tiba hari suci berikutnya punya rentang waktu 35 hari (satu bulan Bali) Contoh : hari ini misalnya Rabu Kliwon Dungulan maka untuk tiba hari suci Rabu Kliwon berikutnya 35 hari lagi, jika hari ini Tumpek untuk tiba tumpek berikutnya adalah 35 hari lagi, demikian juga hari-hari yang lain. Untuk lebih galangnya,  sesuai tabel ;

Hari Raya Hidu sesuai Pawukon
NO
Wuku / Panca Wara







Sapta Wara
Sinta
Gumbreg
Dungulan
Pahang
Matal
Ugu
Landep
Wariga
Kuningan
Klurut
Uye
Wayang
Ukir
Warigadian
Langkir
Merakih
Menail
Klawu
Kulantir
Julungwangi
Medangsia
Tambir
Perangbakat
Dukut
Tolu
Sungsang
Pujut
Medangkungan
Bala
Watugunung

1
2
3
4
5
6
7
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Paing
Pon
Wage
Kliwon
Umanis
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Umanis
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Umanis
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Umanis
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Umanis
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Umanis
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Umanis
Kelompok Hari Suci
( Hari Raya)
Buda Kliwon
Tumpek
Buda Cemeng
Anggarakasih
Wuku Embang


NB :  1 bulan bali lamanya 35 hari  ( 5 minggu/wuku), kalau 42 hari orang Bali bilang “ ebulan pitung dina” = satu bulan bali plus 7 hari ( 1 wuku).

0 Response to "Ketahuilah, rentang masing-masing 35 hari"

Post a Comment

Baca juga yang ini